Sabtu, 17 Desember 2016

gn sindoro #Bersama jiwa petualang

Gn sindoro..
Jalur pendakian via Kledung adalah jalur yang umum digunakan, terletak di desa Kledung. Untuk menuju basecamp pendakian gunung sindoro via kledung ini bisa dengan naik bus jurusan Magelang – Wonosobo, dan turun di desa Kledung.





Jalur pendakian gunung sindoro menuju ke pos 1 berupa jalan bebatuan melewati lahan pertanian penduduk. Sudah banyak jasa ojek yang tersedia untuk menuju pos 1, namun jika Anda memih berjalan kaki, maka Anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam. Setelah melewati batas lahan pertanian penduduk dengan hutan akan sampai di Watu Gede pada di ketinggian 1.900 mdpl.

                 




Perjalanan dilanjutkan dengan rute jalan landai berupa tanah padat yang lama kelamaan akan menanjak namun tergolong masih belum terlalu berat. Sekitar 2 jam akan sampai di pos 2 di ketinggian 2.120 mdpl.

Selanjutnya perjalanan ke Pos 3 yang merupakan pos terakhir berupa trek menanjak berupa tanah padat bercampur bebatuan, mendekati pos 3, jalur semakin menanjak dengan trek bebatuan besar.Sekitar 3 jam akan tiba di pos 3 dengan ketinggian 2.530 mdpl. Disini biasanya para mendaki membangun tenda untuk melanjutkan  summit esok hari.

Setelah melewati hutan lamtoro yang cukup panjang akan tiba di pos 4 yaitu Batu Tatah.



Padang edelweis akan menjadi bonus pemandangan indah yang akan menyambut sebelum sampai di puncak. Puncak Gunung Sindoro merupakan dataran di bibir kawah. Disebelah timurnya terdapat dua kawah kembar seluas 210 x 150 meter dan dibatasi dinding kawah yang mengitarinya. Pendaki juga bisa berjalan memutari dinding kawah gunung Sindoro








Semoga bermanfaat...selamat berpetualang. #kpgir
Ingat selalu untuk menjaga kelestarian alam dan selalu membawa perlangkapan standar ketika berpetualang......

Kamis, 15 Desember 2016

gn salak #bersamajiwapetualang


Perjalanan ini bukan lah semudah kita mengambil gambar keindahan dan seringan kita membawa beban di pundak. Tapi kita harus benar" mempersiapkan segala sesuatunya dgn matang.  Seiring gn salak merupakan gunung hutan hujan tropis yg selalu di guyur hujan setiap harinya. Jd bersiap anda yg ingin merasakan 'sesuatu' dari eksotisnya gn salak dgn persiapan yg matang. Fisik dan mental anda harus sudah siap menghadapi segala kondisi yg mungkin akan terjadi. Ini lah perjuangan kita ke puncak gn salak melalui jalur cimelati kec.cicurug jawabarat...







menuju batas hutan ( kiri villa, kanan perkebunan) .
mengunakan jasa kendaraan roda dua menuju citaman sampai pada gerbang pos hutan. Yg di jaga oleh petugas keamanan villa, maklum disini belum ada basecamp untuk pendaki.








Sebelum sampai dibatas hutan, pendaki akan melewati perkebunan sayur mayur milik Perhutani, dimana para pekerjanya adalah masyarakat sekitar. Para pekerja biasanya bekerja dari pagi hingga siang hari. Sampai di batas hutan pendaki akan melewati kawasan hutan produksi selama beberapa menit dengan medan yang cukup landai.



Masuk Hutan..
Disinilah kita mulai menikamati perjalanan. Melewati hutan pinus nan lembab.





                       
Ketika pohon-pohon produksi mulai bercampur dengan pepohonan khas hutan hujan tropis, medan yang dilalui mulai menanjak, dimana kita akan sampai di Pos 2 yang ada disisi kanan jalan. Setelah Pos 2 medan masih terus menanjak hingga kita sampai di Pos 3. Di Pos 3 terdapat sumber air terakhir yang teletak disisi kanan jalan, yaitu sebuah pipa air yang terdapat lubang kecil untuk mengambilnya. Pipa tersebut adalah sumber air untuk masyarakat sekitar, yang disambungkan dengan pipa-pipa lain sampai kebawah. Pos 3 cukup menampung dua hingga tiga tenda dome.







sumber air dari pipa di pos 3






Istirahat di Pos 3
Di Pos 3 ini pendaki harus jeli saat melihat jalur pendakian karena ada beberapa jalur yang mirip. Selepas Pos 3 pendaki melanjutkan perjalanan dengan mengambil jalan ke atas, menuju Pos 4. Jalur menuju selter-selter berikutnya semakin menanjak dan cukup melelahkan. Jalurnya pun lumayan becek apalagi saat musim penghujan. Dan memang gunung ini tak lepas dari curah hujan...
Tiba di Pos 4 pendaki akan melanjutkan menuju Pos 5 dengan medan yang masih menanjak.








Terkadang pendaki harus sedikit membungkuk, karena ada beberapa pohon tumbang yang menghalang jalan. Setelah Pos 5 pendaki akan menuju Pos 6.


Pos 5 bisa dijadikan tempat istirahat.tapi tempatnya hanya cukup untuk satu tenda saja.karna hujan gerimis saat turun,,,Kita di pos 5 rebahan sejenak😯😯😯



Dari Pos 6 menuju puncak adalah jalur yang terberat dan melelahkan, karena medannya yang lumayan curam. Setelah berjalan 45 menit yg cukup melelahkan kita akan sampai di puncak Salak 1.













puncak salak 1
Puncak Salak 1 ini tidak terlalu luas, tetapi cukup menampung beberapa tenda dome. Dan ada dua pendopo yang bisa dipakai untuk berlindung dari hujan dan badai. Di puncak juga terdapat sebuah makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Makam tersebut adalah makam Embah Gunung Salak,



     Petilasan mbah salak..dan robohnya pendopo untuk penziarah akibat angin kencang.

Jalur menuju ps rengit dan javanaspa dari arah puncak.


Sekian ttg perjalanan kita berdua ,yg selalu merasa bersyukur atas kenikmatan yg telah kita dapatkan.meskipun hujan tak henti menyertai kita.

KpgIR #bersamajiwapetualang
#hocklands outdoor 

Official patner

Sabtu, 10 Desember 2016

HARI GUNUNG INTERNASIONAL

11 DESEMBER, HARI GUNUNG INTERNASIONAL
Sejak tahun 2003 PBB telah menentukan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional atau World Mountain Day. Hari Gunung Internasional semakin dikenal di segala penjuru dunia, dan yang perlu disadari bersama, bahwa gunung merupakan ekosistem yang berdampingan sejajar dengan kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Berbagai referensi telah banyak dipublikasikan tentang pentingnya fungsi gunung bagi kehidupan manusia.


                 


Bagi sebagian orang, gunung merupakan obyek yang indah untuk dinikmati panoramanya. Sejuk, Indah, Damai dan hal-hal yang berkonotasi nyaman seringkali dibayangkan jika kita menyebut kata gunung. Pegunungan juga menyediakan sebagian besar "pelabuhan air tawar dunia" dan beragam tumbuhan dan hewan. Namun gunung juga bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan, ketika gunung “berulah” saat meletus atau menyemburkan lahar dan awan panasnya. Sementara itu, setiap harinya degradasi lingkungan, konsekuensi perubahan iklim, ekploitasi tambang, konflik bersenjata, kemiskinan dan kelaparan mengancam serta mengikis kelestarian pegunungan.
Maka di hari ini adalah kesempatan bagi para pemerhati lingkungan maupun warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan bumi. Untuk itulah PBB telah menunjuk 11 Desember sebagai hari gunung sedunia sejak 2003 lalu. Hingga pada perjalanannya, banyak aksi akan peduli dengan gunung telah diselenggarakan.

                       
Bersama jiwa petualang

Salam lestari ...selamat hari gunung 2016 # kpgir