Rabu, 04 Januari 2017

Rumah botol di gn lawu ( cetho )

         Dari candi sampai rumah botol...



                             Day #1
Perjalanan kali ini cukup unik. Kita ber 6org janjian di kota jogya untuk bertemu team lainya menuju kota solo. Pagi hingga siang hari , kita sempatkan keliling kota meski sempat 'nyasar'
Akhirnya berjumpa jg dgn team lainnya.



Team saya saat ngupi di jogya

Dan dimulai lah perjalanan kami menuju titik utama yaitu kota solo mengunakan pic up sewaan dari jogya.
Setibanya disolo kami lanjutkan kembali perjalanan menuju desa kemuning ,dengan kebun ladang khasnya 'teh' .
Hingga akhirnya tepat sore hari kami tiba di desa cetho basecamp pendakian gn.lawu.
Karna angin sedikit berhembus bercabang kami memutuskan bermalam di bc ini.


Dan kami pun sepakat untuk memulai perjalanan esok hari karna sore itu hujan tak henti. Dan akhirnya kami merajut bulu mata hingga terlelep sampai menjelang pagi.


#day 2.       
Semangat pagi....
Dingin mulai menusuk hingga pori" dan asap tembakau slalu menemani kopi dgn setia.
Kami pun segera sarapan pagi sebelum memulai langkah yg panjang ini, yup candi cetho merupakan titik awal pemandangan yg kami dapat ,sepanjang jalur ini di penuhi para pedagang untuk para pengunjung dan pendaki.

   Setelah packing selasai dan doa" di ucapkan kan mulailah kami melakukan perjalanan ini. Masih menyusuri jalan setapak penuh dgn lapak dan akhirnya kami tiba di candi dimana dimulai nya kami memasuki kawasan hutan gn lawu.
Candi kethek

Dan akhirnya kami membagi 2 team .saya dan team 6 org dan team lainya 7 org.

Menuju pos 1 hingga pos 3 medan msh datar ..menaik kadang menerun adapula aliran sungai yg harus kita lintasi.

Singkat cerita tibalah kami di pos 5 tepat sore hari.mulai pos4smp pos5 kami diiringi hujan tak henti.
Dan tenda mulailah kami buat ,team lainya blm sampai, jd team saya persiapkan kedatangan mereka yg udah pada basah luar dalam *eh.
Malam pun tiba suasana syahdu mengiringi tempat kami bermalam.
Hanya ada 2org pendaki lain yg berada di camp tsb utk bermlm.
Pos 4 hingga pos 5 jalur landai .pemandangan lepas spanjang mata memandang.inilah bulak peperang tempat berperang  kerajaan pada zamanya.

#day 3
Smangaatt pagii....
Sarapan lagi..ngopi lagi ..asap tembakau lagi..packing lagi..
Sehabis terbaring beku dalam dekapan tenda tanpa memberi sedikit asmara dan mimpi ".
Setelah bergerak sedikit keatas kita akan menjumpai pos menjangan dimana terdapat mata air dari danau air hujan.walau pun kemarau air ini tak pernah kering.(mitos or fakta)
 Tempat ini pas bgt buat mengabadikan gambar karna view nya yg aduhai.
Selanjutnya kita akan di suguhkan trek yg sedikit menanjak tanpa bonus, dikeliling pohon khas gunung dan tatapan padang savana yg terhampar
📷dari pos menjangan hingga menuju pasar dieng.

Engg ing engg...pasar dieng ,yaa pasar yg konon tempat paling suci di dataran ini. Jgn pernah lewat pada mlm hari, karna pasar ini HIDUP pada mlm hari.seperti ps malam pada umumnya.
Saya dan team melintas siang hari hingga pada titik kumpul bersama team lainnya di warung mbok yem(klo ini warung nyata tempat singgah petualang).yg bedekatan dgn hargo dalem.

Team dan Rumah botol,yg tak jauh dari warung mbok yem. 
Selagi menunggu team lainnya kami melimpir ke rumah ini.dan kebetulan sekali sang pemilik rubot ini ada ditempat. Tak lagi saya sia" kan untuk bercengkaram dgn beliau. Yap mas bayu namanya, asli org jateng yg menetap di solo ini memanfaatkan limbah botol yg di jadikan rumah singgah dikala beliau berkunjung di gn lawu ini.
Mas bayu sang inspirasi


Dan akhirnyapun kami berkumpul kembali dengan team lainya.selanjutnya kami akan muncak bersama setelah pagi hampir usang.
Puncak takan meninggalkan kami , jd kami putuskan untuk muncak siang hari.karna hanya 30 menit lagi hargo dumilah kami jumpai.




Dan kami pun di puncak bersama". Menyikapi apa yg tersembunyi di balik indahnya gn lawu , msh byk menyimpan pertanyaan dalam benak manusia era kini.
Perjalanan blm usai karna kami harus tetep kembali turun , jam menunjukan hampir jam 2 siang  . kali ini kami melewati jalur cemoro kandang. Sesungunya jalur ini lah yang penuh cerita, dan penuh atsmosfir alam lain..*hahaa
Saya skip aja ya cerita turun nyA biar ga parno.
Akhir cerita kami ngecamp kembali di pos 1 cemoro kandang dan turun esok harinya..
 Team kupijak alam 


#day 4
Cemoro kandang and go home .
Terimakasih untuk semua team atas kekompakannya
 (komunitas kupijak alam). Bersama kalian perjalanan menjadi luar biasa. Next time next trip

Wassalam

Minggu, 01 Januari 2017

Moment akhir tahun 2016


Selamat tahun baru 2017.....

Jika tahun lalu kamu belum bisa mendapatkan yang terbaik, setidaknya kamu telah berusaha melakukan yang terbaik


Kegagalan merupakan hasil akhir tidak dapat diubah, namun kita dapat mengubah prosesnya agar mendapatkan hasil kesuksesan

Tidak semua do’amu tahun ini dikabulkan Tuhan, bukan karena Tuhan pelit namun Tuhan mengabulkan satu persatu do’amu sesuai dengan usaha yang kamu lakukan

Setiap tahun kita harus memiliki target, dengan begitu hidup bisa lebih terarah dan tidak mudah kehilangan fokus.


                    Foto dari fb kpgir
         

Akhir tahun merupakan waktu yang tepat untuk introspeksi diri agar di tahun mendatang kita bisa berbuat lebih baik





Jika rencanamu tahun ini gagal, bukan berarti kamu tidak mampu, namun hanya perlu sedikit lagi kerja keras
Akhir tahun memang menyimpan banyak cerita, dari yang manis sampai yang paling pahit, dari yang penuh tawa sampai yang penuh dengan luka. Semuanya terangkum dalam memori masa lalu yang dibawa sampai pada penghujung tahun. Namun apapun itu, berada di ujung tahun memang akan membuat pikiran ke mana mana, memikirkan masa depan yang masih buram, atau malah takluk pada apa yang telah dihadapi saat ini. Dan ini sama saja tak memiliki jiwa petualang yang tinggi.






Oleh karena itu, untuk memberikan motivasi kepada siapa saja, kiranya perlu diadakan sebuah pemikiran dalam rangka penyusunan rencana untuk kegiatan di tahun yang mendatang ..

Kpgir #bersamajiwapetualang

Sabtu, 17 Desember 2016

gn sindoro #Bersama jiwa petualang

Gn sindoro..
Jalur pendakian via Kledung adalah jalur yang umum digunakan, terletak di desa Kledung. Untuk menuju basecamp pendakian gunung sindoro via kledung ini bisa dengan naik bus jurusan Magelang – Wonosobo, dan turun di desa Kledung.





Jalur pendakian gunung sindoro menuju ke pos 1 berupa jalan bebatuan melewati lahan pertanian penduduk. Sudah banyak jasa ojek yang tersedia untuk menuju pos 1, namun jika Anda memih berjalan kaki, maka Anda membutuhkan waktu sekitar 45 menit sampai 1 jam. Setelah melewati batas lahan pertanian penduduk dengan hutan akan sampai di Watu Gede pada di ketinggian 1.900 mdpl.

                 




Perjalanan dilanjutkan dengan rute jalan landai berupa tanah padat yang lama kelamaan akan menanjak namun tergolong masih belum terlalu berat. Sekitar 2 jam akan sampai di pos 2 di ketinggian 2.120 mdpl.

Selanjutnya perjalanan ke Pos 3 yang merupakan pos terakhir berupa trek menanjak berupa tanah padat bercampur bebatuan, mendekati pos 3, jalur semakin menanjak dengan trek bebatuan besar.Sekitar 3 jam akan tiba di pos 3 dengan ketinggian 2.530 mdpl. Disini biasanya para mendaki membangun tenda untuk melanjutkan  summit esok hari.

Setelah melewati hutan lamtoro yang cukup panjang akan tiba di pos 4 yaitu Batu Tatah.



Padang edelweis akan menjadi bonus pemandangan indah yang akan menyambut sebelum sampai di puncak. Puncak Gunung Sindoro merupakan dataran di bibir kawah. Disebelah timurnya terdapat dua kawah kembar seluas 210 x 150 meter dan dibatasi dinding kawah yang mengitarinya. Pendaki juga bisa berjalan memutari dinding kawah gunung Sindoro








Semoga bermanfaat...selamat berpetualang. #kpgir
Ingat selalu untuk menjaga kelestarian alam dan selalu membawa perlangkapan standar ketika berpetualang......

Kamis, 15 Desember 2016

gn salak #bersamajiwapetualang


Perjalanan ini bukan lah semudah kita mengambil gambar keindahan dan seringan kita membawa beban di pundak. Tapi kita harus benar" mempersiapkan segala sesuatunya dgn matang.  Seiring gn salak merupakan gunung hutan hujan tropis yg selalu di guyur hujan setiap harinya. Jd bersiap anda yg ingin merasakan 'sesuatu' dari eksotisnya gn salak dgn persiapan yg matang. Fisik dan mental anda harus sudah siap menghadapi segala kondisi yg mungkin akan terjadi. Ini lah perjuangan kita ke puncak gn salak melalui jalur cimelati kec.cicurug jawabarat...







menuju batas hutan ( kiri villa, kanan perkebunan) .
mengunakan jasa kendaraan roda dua menuju citaman sampai pada gerbang pos hutan. Yg di jaga oleh petugas keamanan villa, maklum disini belum ada basecamp untuk pendaki.








Sebelum sampai dibatas hutan, pendaki akan melewati perkebunan sayur mayur milik Perhutani, dimana para pekerjanya adalah masyarakat sekitar. Para pekerja biasanya bekerja dari pagi hingga siang hari. Sampai di batas hutan pendaki akan melewati kawasan hutan produksi selama beberapa menit dengan medan yang cukup landai.



Masuk Hutan..
Disinilah kita mulai menikamati perjalanan. Melewati hutan pinus nan lembab.





                       
Ketika pohon-pohon produksi mulai bercampur dengan pepohonan khas hutan hujan tropis, medan yang dilalui mulai menanjak, dimana kita akan sampai di Pos 2 yang ada disisi kanan jalan. Setelah Pos 2 medan masih terus menanjak hingga kita sampai di Pos 3. Di Pos 3 terdapat sumber air terakhir yang teletak disisi kanan jalan, yaitu sebuah pipa air yang terdapat lubang kecil untuk mengambilnya. Pipa tersebut adalah sumber air untuk masyarakat sekitar, yang disambungkan dengan pipa-pipa lain sampai kebawah. Pos 3 cukup menampung dua hingga tiga tenda dome.







sumber air dari pipa di pos 3






Istirahat di Pos 3
Di Pos 3 ini pendaki harus jeli saat melihat jalur pendakian karena ada beberapa jalur yang mirip. Selepas Pos 3 pendaki melanjutkan perjalanan dengan mengambil jalan ke atas, menuju Pos 4. Jalur menuju selter-selter berikutnya semakin menanjak dan cukup melelahkan. Jalurnya pun lumayan becek apalagi saat musim penghujan. Dan memang gunung ini tak lepas dari curah hujan...
Tiba di Pos 4 pendaki akan melanjutkan menuju Pos 5 dengan medan yang masih menanjak.








Terkadang pendaki harus sedikit membungkuk, karena ada beberapa pohon tumbang yang menghalang jalan. Setelah Pos 5 pendaki akan menuju Pos 6.


Pos 5 bisa dijadikan tempat istirahat.tapi tempatnya hanya cukup untuk satu tenda saja.karna hujan gerimis saat turun,,,Kita di pos 5 rebahan sejenak😯😯😯



Dari Pos 6 menuju puncak adalah jalur yang terberat dan melelahkan, karena medannya yang lumayan curam. Setelah berjalan 45 menit yg cukup melelahkan kita akan sampai di puncak Salak 1.













puncak salak 1
Puncak Salak 1 ini tidak terlalu luas, tetapi cukup menampung beberapa tenda dome. Dan ada dua pendopo yang bisa dipakai untuk berlindung dari hujan dan badai. Di puncak juga terdapat sebuah makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Makam tersebut adalah makam Embah Gunung Salak,



     Petilasan mbah salak..dan robohnya pendopo untuk penziarah akibat angin kencang.

Jalur menuju ps rengit dan javanaspa dari arah puncak.


Sekian ttg perjalanan kita berdua ,yg selalu merasa bersyukur atas kenikmatan yg telah kita dapatkan.meskipun hujan tak henti menyertai kita.

KpgIR #bersamajiwapetualang
#hocklands outdoor 

Official patner

Sabtu, 10 Desember 2016

HARI GUNUNG INTERNASIONAL

11 DESEMBER, HARI GUNUNG INTERNASIONAL
Sejak tahun 2003 PBB telah menentukan 11 Desember sebagai Hari Gunung Internasional atau World Mountain Day. Hari Gunung Internasional semakin dikenal di segala penjuru dunia, dan yang perlu disadari bersama, bahwa gunung merupakan ekosistem yang berdampingan sejajar dengan kehidupan manusia, hewan maupun tumbuhan. Berbagai referensi telah banyak dipublikasikan tentang pentingnya fungsi gunung bagi kehidupan manusia.


                 


Bagi sebagian orang, gunung merupakan obyek yang indah untuk dinikmati panoramanya. Sejuk, Indah, Damai dan hal-hal yang berkonotasi nyaman seringkali dibayangkan jika kita menyebut kata gunung. Pegunungan juga menyediakan sebagian besar "pelabuhan air tawar dunia" dan beragam tumbuhan dan hewan. Namun gunung juga bisa berubah menjadi sesuatu yang menakutkan, ketika gunung “berulah” saat meletus atau menyemburkan lahar dan awan panasnya. Sementara itu, setiap harinya degradasi lingkungan, konsekuensi perubahan iklim, ekploitasi tambang, konflik bersenjata, kemiskinan dan kelaparan mengancam serta mengikis kelestarian pegunungan.
Maka di hari ini adalah kesempatan bagi para pemerhati lingkungan maupun warga masyarakat untuk lebih meningkatkan kesadaran akan bumi. Untuk itulah PBB telah menunjuk 11 Desember sebagai hari gunung sedunia sejak 2003 lalu. Hingga pada perjalanannya, banyak aksi akan peduli dengan gunung telah diselenggarakan.

                       
Bersama jiwa petualang

Salam lestari ...selamat hari gunung 2016 # kpgir