Senin, 31 Oktober 2016

Mereka adalah " perempuan" berjiwa indonesia raya

Sejenak, saya mempertanyakan dalam hati. Jika standar kecantikan seperti ini, seperti apa kecantikan yang sejati itu, ya?

Memang, tak ada standarisasi kecantikan tertentu menurut fisik. Tapi, ketika saya kembali merenungkan, dan berbalik ke beberapa waktu yang lalu, saya tertegun. Ketika saya menyambangi Ranu Kumbolo beberapa waktu silam saya bolak-balik bertemu dengan pendaki wanita. Bayangkan, ketika saya menggendong carrier yang hanya beratnya segitu saja, dan hanya berjalan menempuh 11,5 km, saya sedikit banyak mengeluh. Bagaimana mereka mampu menggendong carrier itu, dengan menempuh jarak lebih dari 25 km? Tak hanya berjalan saja, yang namanya gunung, tentu penuh dengan tanjakan-tanjakan yang tiada tara.


        Para perempuan tangguh


Terus terang, di sini saya kagum. Kagum sekali pada mereka, wanita-wanita yang mau bersusah payah keluar dari zona nyaman, menempuh kehidupan alam yang sebenarnya lekat dengan imej lelaki perkasa. Terlebih, mereka seakan tak menunjukkan rasa mengeluh atas kelelahan yang mereka alami. Sedangkan saya, sedikit banyak mengeluh tentang hidup..
                    Foto dari kpgir

Mungkin benar, bahwa mendaki gunung itu sendiri adalah proses dari miniatur kecil kehidupan..

Sedikit membocorkan, ketika di gunung, para pendaki wanita itu benar-benar kelihatan menawan. Dan tangguh, tentu saja :)

                      Dinar icon kpgir

....heeemm tarik nafas dulu...

Ketika kembali tersadar ke dunia nyata dari lamunan saya, saya melihat-lihat lagi foto profil timeline di laman beranda jejaring sosial. Saya rasa, kecantikan atau menawan itu tak bisa dinilai dari sekadar fisik yang sempurna bak model kelas internasional, tetapi dari sisi ketangguhan yang justru hanya bisa dihayati..

 Terimakasih untuk perempuan indonesia raya ..
"bersama jiwa petualang"
Teruskan langkahmu bersama " cantik "
Negerimu..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar